Integrasi Nilai- Nilai Psikologi Islam dalam Membentuk Karakter Pelajar
DOI:
https://doi.org/10.52185/kariman.v13i2.807Abstract
Fenomena degradasi moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius bagi kemajuan generasi bangsa. Maraknya terjadi perilaku bullying, kecanduan game online, dan juga kecenderungan mereka pada perilaku individualistik dan hedonistik menunjukkan urgensi pembentukan karakter di kalangan generasi bangsa. Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam menunjukkan urgensi integerasi nilai- nilai Islam dalam membentuk karakter pelajar. Penelitian ini berusaha untuk mengelaborasi konsep dasar psikologi Islam yang relevan, menguraikan urgensi integrasi, serta berupaya menawarkan sebuah konsep model aplikasi yang praktis dalam membentuk karakter pelajar. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah bentuk kualitatif. Metode ini menggunakan kajian literatur sebagai teknik pengambilan data. Teknik pengambilan data sendiri berorientasi pada pendekatan pengambilan data yang tidak lain adalah kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan Psikologi Islam menjelaskan manusia dengan merumuskan apa kata Tuhan dalam Alqur’an tentang manusia. Psikologi Islam bersumber dari kalamullah. Psikologi Islam dalam menguraikan tentang manusia itu, tidak semata -mata didasarkan pada perilaku nyata manusia, tetapi dipahami dari dalil - dalil tentang perilaku manusia yang diambil dari firman Allah Swt. Manusia sebagai makhluk yang memiliki kaitan dengan tuhan (makhluk rabbani), yang terdiri dari jasad, jiwa, dan ruh. Karakter individu pada manusia sangat dipengaruhi oleh kualitas jiwa dan hati yang ada dalam dirinya. Pembentukan karakter pada individu memadukan antara pendekatan ilmiah pada perkembangan jiwa dan nilai- nilai spiritual yang dimiliki. Nilai- nilai itu bersumber dari kalam Allah dalam Al Qur’an dan Sabda Nabi Muhammad Saw (Al Hadits). Model kontemplatif dalam psikologi Islam adalah pendekatan spiritual dan mental yang fokus pada ibadah kontemplatif dan tafakur, mengintegrasikan akal, keimanan, dan jiwa untuk mencapai ketenangan batin, kesadaran spiritual, pemahaman dan penghayatan mendalam tentang Tuhan serta diri sendiri.
References
Al Qur’anu al Karim
Al- Ghazali, Ihya’ Ulum al-Din, (Beirut : Dar al Fikr, tanpa tahun).
Ancok, D., Psikologi Islami: Solusi Islam atas Problem-problem Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2018).
Badri, Malik. Fiqih Tafakur : Dari Perenungan Menuju Kesadaran. (Surakarta : Era Intermedia, 2001),. 57.
Baharuddin, Paradigma Psikologi Islami. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), 133
Erma Yudiana, Dinamika Jiwa dalam Perspektif Psikologi Islam, JIA/Juni 2013/Th.XIV/Nomor 1/45-59
Nashori, F., Kesehatan Mental Perspektif Psikologi Islam, (Jurnal Psikologi, 46, no. 2 2019): 118
Majid, Abdul dan Dian Andayani. 2011. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung; Remaja Rosdakarya.
Purwanto, Setiyo. 2003. Tafakur sebagai Sarana Transendensi. Buku Kenangan: Kumpulan Artikel Kongres Asosiasi Psikologi Islami. (tidak diterbitkan 2003),. 122.
Ramdhani, M., Uswah Hasanah sebagai Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Islam, Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 5, no. 1 (2021): 50.
Sumadi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, (Jakarta : Rajawali, 1990).
Arifin, S., & Syaiful, A. (2020). Urgensi parenting education berbasis e-learning di era digital. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 8(1), 41-54.
Zakiah, L., & Fitri, A. Z. (2018). Strategi Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.15575/jpi.v4i1.1759
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2025 Kholifatus Sa’diyah, Sunarto, Siti Mufarochah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





