Metode Pengumpulan Al-Qur’an
DOI:
https://doi.org/10.52185/kariman.v9i1.171Keywords:
Metode Pengumpulan, Al-QuranAbstract
Kedatangan wahyu merupakan sesuatu yang dirindukan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu ketika datang wahyu, Rasulullah SAW langsung menghafal dan memahaminya. Rasulullah SAW adalah orang pertama yang menghafal Al-Qur’an. Sebagian sahabat juga menulis al-quran atas inisiatif sendiri pada pelepah kurma, lempengan batu, papan tipis, kulit atau daun kayu, pelana, dan potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Tsabit berkata, “Kami menyusun al-quran di hadapan Rasulullah SAW pada kulit binatang.” Kodifikasi al-quran, yaitu yang terjadi pada masa khalifah Abu Bakar al-Shiddiq. Adapun faktor yang mendorong pengkodifikasian adalah banyaknya para qurra’ yang terbunuh di medan perang hingga ditakutkan hal ini akan terus terjadi dan berdampak pada punahnya para sahabat huffazh dan berujung pada punahnya al-Quran itu sendiri. Periode khalifah Utsman bin Affan agaknya menjadi periode yang komplek dengan masalah dalam hal kodifikasi al-quran (pengumpulan dan pembukuan). Bagaimana tidak, banyak orang menganggap bahwa masalah perbedaan dialek (bahasa) akan selesai pada saat khalifah Utsman membukukannya pada satu mushaf dengan satu dialek. Ternyata masalah masih berkembang. Masalahnya, perbedaan bacaan atas tulisan al-Qur’an dapat terjadi baik dalam bunyi konsonan maupun vokal, dan keduanya dilambangkan dengan pembubuhan tanda baca berupa syakal dan titik, sementara mushaf yang dihasilkan tim Utsman belum dilengkapi dengan tanda-tanda seperti itu (baris/harakat). Dari sinilah mulai berkembang inisiatif umat Islam untuk lebih mnyempurnakan al-quran hingga mudah dibaca seperti sekarang ini.
References
Al-A’zami, M. M. 2005. The History of The Qur’anic Text from Revelation to Complication: A Comparative Study with The Old and New Testaments/Sejarah Teks Al-Quran dari Wahyu sampai Komplikasi: Kajian Perbandiangan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Penerjemah: Sohirin Solihin, dkk. Cet.1. Jakarta: Gema Insani Press.
Al-Qaththan, Syaikh Manna’. 2006. Pengantar Studi Ilmu Al-Quran/ Syaikh Manna’ Al-Qaththan. Penerjemah: H. Aunur Rofiq El-Mazni. Cet.1. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Ash-Shaabuniy, Muhammad Ali. 1999. Studi Ilmu Al-Quran. Penerjemah: H. Aminuddin. Cet.1. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 1993. Ensiklopedi Islam, jil-4 NAH-SYA. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Esack, Farid.2007. The Quran; a Short Introduction/ Samudera Al-Quran. Penerjemah: Nuril Hidayah. Jogjakarta: DIVA Press.
Yusanto, Muhammad Ismail, et.al. 2002. Prinsip-Prinsip Pemahaman Aal-Quran dan Al-Hadits. Cet.1. Jakarta: Khairul Bayaan, Sumber Pemikiran Islam.
http://idrusali85.wordpress.com/
http://annabawi.com/2010/07/17/sejarah-pengumpulan-al-quran/
http://www.fiqhislam.com/index.php/al-quran/artikel-al-quran/16677-sejarah-dan-kodifikasi-al-quran





