Manajemen Pendidikan Islam Multikultural di Tengah Masyarakat Plural

Authors

  • Musayyidi Musayyidi STIT Al-Karimiyyah Sumenep
  • Siful Arifin Institut Kariman Wirayudha Sumenep

DOI:

https://doi.org/10.52185/kariman.v9i2.193

Keywords:

Manajemen, Pendidikan islam, Multikultural, Masyarakat Plural

Abstract

Pendidikan merupakan sesuatu yang sifatnya berubah dan mengalami proses penyempuranaan sebagai bagian dari ciri   masyarakat yang majemuk yang menuntut kompleksitas sesuatu. Maka sebagai usaha menjadikan pendidikan tetap beririring bersama dengan kompleksitas tuntutan masyarakat tersebut telah melahirkan munculnya pendidikan multikultural yakni sebuah model yang menekankan pentingnya persoalan keberagaman budaya kehdiupan semua lapisan masyarakat dan mengahapus semua jenis diskriminasi menjadikan masyarakat yang demokratis adil, inklusif, pluralis, dan menjunjung tinggi kemanusiaan (humanis). Dengan kata lain, sebagai jawaban dari persoalan kompleksitas tuntutan masyarakat terhadap pendidikan tersebut, maka diperlukan model pendidikan yang basicly multikultural untuk mengakomodir bermacam- macam persoalan dan tuntutan masyarakat yang beraneka ragam tersebut.

Dalam konteks keIndonesiaan, hakekat pendidikan multikultural tidak bisa   dijauhkan dari sejarah tentang peran penting  Ki Hajar Dewantara sebagai perintis dasar  pendidikan di indonesia yang berasaskan keanekaragaman kebudayaana di indonesia yang kemudian dikembangkannya dalam perspektif modern dengan tiga prinsip utama, yakni (1) Adat istiadat sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari  fenomena kebudayaan, (2) masyarakat mulai sadar tentang pentingnya kehidupan  berbudaya, dan (3) asimilasi budaya yang terjadi.

Pandangan banyaknya masyarakat bahwa tugas sekolah hanya persoalan ta’dib dan ta’lim dalam proses belajar mengajar saja, padahal persoalan ta’dib dan ta’lim dalam proses belajar mengajar tersebut dapat dicapai secara maksimal, pengelola sekolah atau madrasah wajib hukumnya melaklukan manajemen dengan baik, dengan implementasi fungsi-fungsi manajamen dalam persoalan manajemen  kurikulum, manajemen tatalaksana, manajemen organisasi, manajemen siswa, manajemen hubungan masyarakat HUMAS), dan , manajemen sarana-prasarana

Islam mengajarkan kita bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan adil, yakni menempatkan sesuatu sesuai pada tempat dan waktunya, teratur, tertib, rapi dan sistematis. Dalam konteks pendidikan juga demikian,  pelakasanaannya tentu harus dilakukan dengan sistematis dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajerial : planning, organizing, actuating dan controlling  (POAC) secara efektif dan efisien.

References

Faqih, Abdul. Pendidikan Multikultural. Jakarta: Yayasan Obor. 2002

Nata, Abudin, Manajemen Pendidikan. Jakarta, Prena Media.2004

Chotip, Ahmad. Paradigma Pendidikan Demokratis. Surabaya: Ima Pustaka.2002

Ainul Yakin, 2005. Pendidikan Multikultural. Jogjakarta: Pilar Media

Toha, Anis Malik.. Tren Pluralisme Agama: Sebuah Tinjauan Kritis. Gema insane Press, Jakarta.2005

Burhanuddin. Analisis Administrasi Manajemen dan kepemimpinan Pendidikan. Jakarta, Bumi Aksara. 2004

H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan Dalam Trasformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: grasindo.

Iskandar.. Pendidikan Islam di Era Multikultura & Multi Religius. Jakarta: PSAP.2000

Khumaidah. Multikulturalisme. Jogjakarta: Kanisius.2004

Maksum.. Paradigma Pendidikan Multikultural. Jogjakarta: Ircisod.2004

Mudrofin. Epistemologi Pendidikan Multikultural . Jakarta: UII Press. 2006

Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2004

Mulyasa. Manajemen berbasis sekolah, Bandung, PT Remaja Rosdakarya.2006

Ningsih, Rahayu.. Pendidikan Multikultural Sebagai Basis Mewujudkan Masyarakat Demokratis,” Jurnal Episteme.2010

Suyatno. Refleksi Pendidikan Multikultural. Jogjakarta: Adi Cipta. 2000

Wahib. Membedah nalar pendidikan multikultural. Jogjakarta: Rihlah Group. 2004

Downloads

Published

2021-12-31

How to Cite

Musayyidi, M., & Siful Arifin. (2021). Manajemen Pendidikan Islam Multikultural di Tengah Masyarakat Plural. Kariman: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 9(2), 291–306. https://doi.org/10.52185/kariman.v9i2.193