KATA TSAWĀBUN DAN AJRUN DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS SEMANTIK)

Penulis

  • Fikratul Jamilah MA Nasy'atul Mutaallimin Gapura Sumenep
  • Sri Wahyuni Institut Kariman Wirayudha

Abstrak

Penelitian ini berkaitan dengan kata Tawaabbun dan Ajrun dalam al-Qur’an yang memiliki makna serupa, yaitu pahala. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana perbedaan dari kedua kata tersebut dalam al-Qur’an. Data terdiri dari makna leksikal dari kedua kata tersebut, derivasi kedua kata tersebut, dan juga perbedaan yang terdapat dalam kedua kata tersebut. Kata Tsawaabun dan derivasinya dalam al-Qur’an terdapat 28 kata dalam 22 ayat, sedangkan Ajrun terdapat 106 kata dalam 99 ayat. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga perbedaan yang ditemukan di antara kata Tsawaabun dan Ajrun: yaitu kata Ajrun tidak pernah digunakan dalam al-Qur’an untuk menggambarkan balasan di luar konteks yang positif, sedangkan kata Tsawaabun dapat diumpai digunakan dalam konteks negatif. Selain itu, kata Tsawaabun hanya digunakan dalam konteks balasan dari Allah, sedangkan kata Ajrun juga digunakan dalam konteks balasan dari selain Allah. Dan terakhir, kata Ajrun dapat digunakan untuk menggambarkan apa yang diperoleh seseorang atas pekerjaan yang belum dikerjakan, sedangkan kata Tsawaabun hanya digunakan atas sesuatu yang diperoleh dari pekeraan yang telah dikerjakan.

Kata Kunci: Kata, Tsawaabun dan Ajrun, Semantik

 

Unduhan

Diterbitkan

27-01-2024

Cara Mengutip

Fikratul Jamilah, dan Sri Wahyuni. 2024. “KATA TSAWĀBUN DAN AJRUN DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS SEMANTIK)”. Bara Aji: Jurnal Keilmuan Bahasa Arab Dan Pengajarannya 1 (02):01-16. https://jurnal.inkadha.ac.id/index.php/jilbap/article/view/399.