MEMBENTUK JATI DIRI ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK
Keywords:
Jati Diri, Permainan Tradisional, Bakiak, Anak Usia DiniAbstract
Perkembangan jati diri anak usia dini saat ini menghadapi tantangan akibat menurunnya minat terhadap permainan tradisional dan meningkatnya penggunaan gawai. Kondisi tersebut mengakibatkan berkurangnya kesempatan anak untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan jati diri anak usia dini melalui kegiatan permainan tradisional bakiak di TK Al-Utsmani, Batang-Batang Laok, Batang-Batang, Sumenep. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan anak-anak TK Al-Utsmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional bakiak berperan penting dalam membentuk jati diri anak melalui kegiatan yang menumbuhkan kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, dan kemampuan mengendalikan emosi. Anak-anak belajar mengenali peran masing-masing, menghargai teman, serta menerima hasil permainan dengan sportif. Hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya kekompakan antar anak, rasa takut jatuh, serta kondisi cuaca yang tidak mendukung. Meskipun demikian, guru berperan aktif dalam membimbing dan memotivasi anak sehingga kegiatan berjalan efektif. Dengan demikian, permainan tradisional bakiak terbukti menjadi sarana efektif dalam mengembangkan jati diri anak usia dini di lingkungan pendidikan taman kanak-kanak.
References
Ahmad, Rijali. Januari–Juni 2019. Analisis Data Kualitatif. UIN Antasari Banjarmasin, No. 33.
Aisyah. 2018. Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasinya. Jakarta: Prenada Media Group.
Aisyah, Siti, dan Musa. Juni 2023. “Strategi Guru dalam Pengembangan Jati Diri Awal Anak Usia Dini.” Journal of Educational Research, Vol. 2, No. 1.
Ali, Nugraha. 2015. Perkembangan Pembelajaran jati diri pada Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Alfi, Hidayah Rachman, dkk. “Penanaman Nilai Kejujuran Melalui Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini dengan Teknik Modeling.” Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional Penguatan Karakter Bangsa Melalui Inovasi Pendidikan di Era Digital. ISSN: 2654-8607.
Anggito, Albi. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Ardy, Wiyani Novan. 2013. Membumikan Pendidikan Karakter di SD: Konsep, Praktik & Strategi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Ardy, Wiyani Novan. 2018. Pendidikan Karakter Anak: Konsep dan Implementasinya di SD dan MI. Purwokerto: STAIN Press.
Chandra, Dewi Anita. Desember 2011. “Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Berbasis Proses.” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 1, No. 2.
Chandra, Dewi Anita. Juli 2020. “Meningkatkan Keterampilan Proses jati diri Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Metode beramain bakiak di PAUD Permata Hati Desa Jempang.” Jurnal Dunia Anak Usia Dini, Vol. 2, No. 2. https://doi.org/10.35473/ijec.v2i2.556
Febriyanti, Bita Fazrin, dan Rusdiyani Isti. “Hubungan Reward Orang Tua dengan Sikap Percaya Diri pada Anak.” Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini FKIP Unitra, 5.
Harapan, Nursipia. 2020. Penelitian Kualitatif. Sumatera Utara: Wal Ashri Publishing.
Huberman. 2020. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. California: Sage Publications.
Islamiah, Rohdatul, dan Ichsan. Desember 2022. “Peran Guru dalam Menanamkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini.” Golden Age, Vol. 6, No. 2.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2024.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemdikbud. No. 137.
Kurnia, Rita. 2019. Bahasa Anak Usia Dini. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Madyawati, Lilis. 2017. Strategi Pengembangan Bahasa pada Anak. Jakarta: Kencana.
Majid, Abdul, dan Andayani, Dian. 2017. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy. 2020. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Morrison, S. George. 2015. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Mukhtar. 2013. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: Referensi, GP Press Group.
Mursid. 2017. Pengembangan Pembelajaran PAUD. Jakarta: Gramedia.
Ningsih, Tutuk. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter. Purwokerto: STAIN Press.
Nur, Ameliya Maya, dan Nuraeni, Lenny. Maret 2021. “Penerapan Metode Proyek Berbasis STEAM untuk Mengembangkan Kemampuan Mengenal Huruf Anak Usia Dini Kelompok B.” Jurnal CERIA, Vol. 4, No. 2.
Nuryati, dan Rangganis. 2021. “Penerapan Metode Bermain Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara.” Jurnal Pendidikan Anak.
Romanti, S., dan Rohita. 2020. “Peran Guru Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Memecahkan Masalah di Sentra Bahan Alam.” Jurnal AUDHI, Vol. 3, No. 1. https://doi.org/10.336722/jaudhi.v3il.587
Sari, Yulia. September 2012. “Peningkatan Kemampuan jati diri Anak Usia Dini Melalui Metode Demonstrasi di TK.” Jurnal Pesona PAUD, Vol. 1, No. 1.
Semiawan, Conny R. 2018. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Jakarta: Indeks.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Penelitian Pendekatan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Walid, Ahmad. 2017. Strategi Pembelajaran IPA. Bengkulu: Pustaka Pelajar.
Widodo, Hery. 2019. Dinamika Pembelajaran Anak Usia Dini. Jawa Tengah: Alprin.
Witasari, Oki. 2019. “Pembentukan Karakter Melalui Permainan Tradisional di TK Diponegoro 140 Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas.” IAIN Purwokerto.
Witasari, Oki, dan Wiyani, Novan Ardy. “Permainan Tradisional untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini.”
Witasari, Oki, dan Wiyani, Novan Ardy. 2020. “Permainan Tradisional untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini.” JECED: Journal of Early Childhood Education and Development, 2(1).
Yanto, Oksidelfa, Samiyono, Sugeng, dan Walangitan, Semuel. (n.d.). “Mengoptimalkan Peran Perguruan Tinggi dalam Mengurangi Perilaku Korupsi.”
